Kita semua pernah bilang sesuatu yang langsung kita sesali. Atau sebaliknya, menelan sesuatu yang seharusnya kita sampaikan karena tidak tahu bagaimana caranya. Dan entah gimana, pertengkaran yang mulanya soal hal kecil bisa berubah jadi pertempuran tentang segala sesuatu yang pernah terjadi.

Masalahnya bukan karena kamu terlalu emosional, terlalu sensitif, atau tidak dewasa. Masalahnya adalah hampir tidak ada yang pernah benar-benar mengajarkan kita cara berkonflik dengan sehat. Kita belajar dari yang kita lihat waktu kecil, dan tidak semuanya jadi contoh yang baik.

Buku ini tidak akan menyuruhmu untuk menghindari konflik, atau selalu mengalah demi menjaga damai. Justru sebaliknya. Di sini kita akan membahas bagaimana konflik, kalau dihadapi dengan cara yang tepat, bisa menjadi salah satu cara paling kuat untuk memperdalam hubungan, bukan menghancurkannya.

Sembilan bab yang mengalir dari teori ke praktik: mulai dari memahami kenapa otak kita "shut down" saat bertengkar, mengenali pola-pola destruktif yang sering tidak kita sadari (termasuk empat "Kuda Apokalips" yang diidentifikasi peneliti Gottman), sampai hal-hal konkret seperti kapan waktu yang tepat untuk memulai percakapan berat, bagaimana memilih kata-kata yang membuka bukan menutup, dan cara meminta maaf yang benar-benar terasa seperti minta maaf. Setiap bab diakhiri dengan Jeda Refleksi, satu atau dua pertanyaan untuk kamu bawa pulang dan jawab sendiri.

Ditulis oleh Pendi Pramana. PDF 44 halaman, mobile-friendly, nyaman dibaca dari HP. Bukan pengganti konsultasi atau terapi profesional.